PertanyaanPerbedaan sel kanker dengan sel normal, yaitu sel kanker ...tidak mampu menyimesis DNAmembelah secara terbatastidak melakukan metabolisme selmelekat kuat dengan sel-sel di sekitarnyamembuat faktor pertumbuhannya sendiriRUMahasiswa/Alumni Universitas Negeri YogyakartaPembahasanSel kanker merupakan sel yang mengalami perubahan sifat yang tidak sesuai lagi dengan mekanisme pengontrolan tubuh sehingga sel tersebut mampu membelah secara berlebihan dan dapat menyerang sel normal. Sel kanker tidak mengikuti sinyal normal yang mengatur siklus selnya, misalnya tidak bergantung lagi pada faktor pertumbuhan. Sel kanker akan tumbuh terus meskipun faktor pertumbuhan telah habis. Hipotesis yang logis menyatakan bahwa sel kanker tidak membutuhkan faktor pertumbuhan dalam kulturnya. Sel kanker tersebut membuat faktor pertumbuhannya sendiri atau memiliki abnormalitas pada jalur pengontrolan siklus sel sehingga terjadi kekacauan dalam siklus kanker merupakan sel yang mengalami perubahan sifat yang tidak sesuai lagi dengan mekanisme pengontrolan tubuh sehingga sel tersebut mampu membelah secara berlebihan dan dapat menyerang sel normal. Sel kanker tidak mengikuti sinyal normal yang mengatur siklus selnya, misalnya tidak bergantung lagi pada faktor pertumbuhan. Sel kanker akan tumbuh terus meskipun faktor pertumbuhan telah habis. Hipotesis yang logis menyatakan bahwa sel kanker tidak membutuhkan faktor pertumbuhan dalam kulturnya. Sel kanker tersebut membuat faktor pertumbuhannya sendiri atau memiliki abnormalitas pada jalur pengontrolan siklus sel sehingga terjadi kekacauan dalam siklus pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!643
Sementarasel kanker tidak akan mati dengan sendirinya. Sel kanker justru akan menggandakan diri dan berkembang-biak dengan cepat hingga jumlah yang sulit dikendalikan, melebihi sel normal. Penyakit kanker muncul dari sel-sel abnormal tersebut, yang pada akhirnya merusak jaringan atau bagian tubuh yang diserang. Kanker bisa muncul pada bagian
“Kanker lambung terjadi ketika sel-sel di lambung tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Kebanyakan kasus baru terdeteksi ketika sudah mencapai tahap akhir.”Halodoc, Jakarta - Kanker lambung, sama seperti jenis kanker lainnya, disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan tak terkendali. Kanker lambung sulit didiagnosis pada tahap awal karena jarang menunjukkan gejala yang spesifik. Sebagian besar kasus kanker lambung baru terdeteksi ketika sudah mencapai tahap akhir. Pertanyaannya, apa faktor-faktor yang dapat menyebabkan kanker lambung? Simak lebih lanjut dalam pembahasan berikut ini!Apa yang Menyebabkan Kanker Lambung?Meskipun penyebab pasti pertumbuhan sel-sel abnormal ini masih belum diketahui, beberapa faktor berikut ini diduga dapat memicu kanker lambungUsia di atas 55 kelamin darah bakteri H. virus lambung kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada pengidap tukak lambung, anemia pernisiosa, atau polip makan tinggi garam, acar, makanan olahan, daging merah, tetapi rendah akibat kekurangan vitamin mengidap kanker limfoma, kanker sel darah putih, kanker esofagus, kanker usus, kanker prostat, kanker serviks, atau kanker keluarga yang mengidap kanker operasi pada makan tertentu juga bisa menyebabkan kanker lambung. Simak selengkapnya di sini → 4 Kebiasaan Makan yang Bisa Sebabkan Kanker LambungGejala Kanker LambungPengidap kanker lambung umumnya tidak merasakan gejala khusus. Biasanya hanya terjadi gangguan pencernaan seperti maag, perut kembung, dan bersendawa. Namun, ketika kanker telah berkembang, gejalanya dapat berupa penurunan berat badan yang signifikan, muntah darah, dan perubahan warna tinja menjadi ini beberapa gejala yang biasanya dialami oleh pengidap kanker lambungSering bersendawa dan perut terasa atau kekurangan sel darah cepat kenyang saat pencernaan yang sering nafsu dan muntah, termasuk muntah pada tulang pada perut akibat penumpukan berat badan tanpa sebab yang terasa mulas atau menelan berwarna hitam atau terdapat darah pada atau bagian putih mata tampak ada gejala lain yang tidak disebutkan. Oleh karena itu, jika mengalami gangguan pencernaan dan gejala-gejala di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang Kanker LambungMengetahui bahayanya, terdapat beberapa cara dan langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker lambung, antara lainTidak merokok atau berhenti pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan segar yang kaya serat dan makanan asin dan berat badan aspirin atau obat antiinflamasi non-steroid dengan pengawasan pembahasan mengenai penyebab kanker lambung, gejala, dan pencegahannya. Jika kamu mengalami gejalanya, segera periksakan diri ke dokter, agar bisa mendapat penanganan lebih Clinic. Diakses pada 2023. Stomach Diakses pada 2023. What is Stomach Cancer?Diperbarui pada 8 Juni 2023
Fitatjuga telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel-sel leukemia pada manusia, sel-sel kanker usus besar, baik reseptor estrogen positif dan sel-sel kanker payudara negatif, kanker voicebox, kanker serviks, kanker prostat, tumor hati, pankreas, melanoma, dan kanker otot. Semua pada saat yang sama tidak mempengaruhi sel-sel normal.
Halodoc, Jakarta - Kanker dan tumor adalah dua hal yang saling berhubungan, tetapi berbeda. Pada umumnya, terdapat dua jenis tumor yang solid, yaitu yang bersifat ganas atau disebut juga kanker dan yang bersifat jinak atau non-kanker disebut dengan tumor. Tumor terjadi ketika sel-sel dalam tubuh tidak membelah dan tumbuh secara normal. Pembelahan dan pertumbuhan tak terkendali termasuk dalam kanker. Sel-sel yang berlebih mulai bergabung bersama dan membentuk berbagai ukuran benjolan atau pertumbuhan. Benjolan atau pertumbuhan diidentifikasi sebagai tumor, yang dapat berupa massa padat atau dapat berisi cairan. Namun, tumor yang telah tumbuh tidak serta-merta menyebabkan kanker. Tumor bisa jinak, yang berarti tidak bersifat kanker. Sedangkan, kanker adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel di dalam tubuh mulai membelah tak terkendali. Ketika pertumbuhan tersebut terjadi pada jaringan padat, seperti organ dan otot, dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya melalui sistem darah dan getah bening. Baca Juga Harus Tahu Bedanya Kanker dan Tumor Gangguan pada Darah Dapat Berupa Tumor dan Kanker Tumor jinak tidak menyebar ke seluruh tubuh seseorang yang terserang. Sebagian besar tidak mengancam jiwa, selain dari tumor otak tertentu yang masih dapat menyebabkan peradangan dan memberi tekanan pada jaringan halus di sekitar tumor. Kanker darah biasanya tidak berbentuk tumor padat. Pada leukemia, biasanya kanker terjadi pada sel darah putih tertentu, sel darah yang tidak matang menjadi kanker dan membunuh sel darah sehat. Limfoma dimulai pada limfosit, jenis lain dari sel darah putih, dan cenderung menyebar ke seluruh tubuh dan menyerang di banyak tempat. Setiap kanker darah memiliki sistem tahapan sendiri, yang menentukan berapa banyak kanker dalam tubuh dan tempat gangguan tersebut menyerang. Setiap tahapan jenis kanker berdasarkan faktor-faktor, seperti seberapa besar tumor primer dan apakah telah menyebar ke kelenjar getah bening dan ke bagian lain dari tubuh. Pengobatan Tumor dan Kanker Untuk seseorang yang mengidap kanker, pilihan pengobatan dapat mencakup terapi, seperti radiasi, kemoterapi, dan imunoterapi, dan/atau operasi untuk mengangkat atau menghilangkan sebagian tumor. Pembedahan juga dapat meringankan efek samping yang disebabkan oleh terapi lain. Imunoterapi telah berhasil mengobati beberapa pengidao dengan paru-paru, kandung kemih, kepala dan leher, dan kanker ginjal, serta melanoma dan limfoma, dan saat ini sedang diuji dalam berbagai jenis kanker. Baca Juga Ketahui Perbedaan Tumor Jinak dan Tumor Ganas Pencegahan Tumor dan Kanker Tumor dan kanker adalah jenis-jenis penyakit yang harus dihindari oleh semua orang. Kedua penyakit ini mungkin saja menyebabkan kematian pada seseorang yang mengidapnya. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terserang tumor dan kanker 1. Mengonsumsi Makanan yang Sehat Salah satu cara untuk mencegah terjadinya tumor dan kanker adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Seseorang yang mengonsumsi buah dan sayuran secara rutin disebutkan dapat menurunkan risiko terhadap gangguan tumor dan kanker pada mulut, esofagus, lambung, dan paru-paru. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan daging olahan disebutkan dapat meningkatkan risiko kanker. 2. Berolahraga Secara Teratur Cara lainnya untuk menurunkan risiko tumor dan kanker adalah dengan berolahraga secara teratur. Disebutkan bahwa berolahraga secara konsisten dapat mengurangi 30 hingga 40 persen risiko terserang kanker usus besar. Selain itu, aktivitas fisik juga disebutkan dapat mengurangi kanker paru dan endometrium. Baca Juga 5 Jenis Kanker yang Sering Serang Anak di Dunia Itulah perbedaan antara tumor dan kanker yang harus kamu ketahui. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!
Kankeradalah suatu sel yang terus menerus tumbuh dan membelah diri tanpa terkontrol yang disebabkan gagalnya regulasi dalam pembelahan sel. Para peneliti telah menemukan sebuah gen yang sangat berperan dalam kontrol pembelahan sel (siklus sel) yaitu gen p53 . Protein p53 memicu perbaikan sel yang rusak pada fase G1 (atas): terjadi malfungsi
Sel kanker dapat merusak sel dan jaringan serta organ sehat dalam tubuh. Sel ini tumbuh dengan cepat, tidak terkendali, dan dapat dengan mudah menyebar. Keberadaan sel kanker di dalam tubuh penting untuk dideteksi sedini mungkin guna mencegah terjadinya gangguan kesehatan serius. Tingkat keparahan atau stadium kanker ditentukan berdasarkan perkembangan sel kanker. Stadium penyakit kanker juga dapat memberikan gambaran pertumbuhan sel kanker dan penyebarannya. Pertumbuhan sel kanker penting untuk dideteksi sedini mungkin sebelum kanker berkembang menjadi stadium lanjut atau sudah berat. Semakin awal sel kanker terdeteksi dan ditangani oleh dokter, peluang untuk sembuh dari penyakit ini akan semakin tinggi. Proses Terbentuknya Sel Kanker Tubuh manusia tersusun atas triliunan sel. Seiring waktu, sel-sel ini akan menua, rusak, mati, dan tidak berfungsi lagi. Sel-sel sehat akan tumbuh dan membelah diri secara teratur untuk menggantikan sel yang rusak, tua, atau mati agar tubuh dapat terus menjalankan fungsinya. Namun, sel-sel normal terkadang bisa berubah dan tumbuh tidak terkendali sehingga merusak sel-sel dan jaringan tubuh, serta mengganggu fungsi kerja organ-organ tubuh. Sel-sel yang tumbuh tidak terkendali inilah yang disebut sebagai sel kanker. Penyebab pasti pertumbuhan sel kanker masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker, yaitu Faktor genetik atau memiliki keluarga kandung yang pernah menderita kanker Paparan radikal bebas, radiasi, atau sinar matahari dalam jangka panjang Peradangan kronis Infeksi, misalnya infeksi virus HPV Pola hidup tidak sehat, misalnya sering merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau menjalani pola makan tidak sehat Tingkatan Keparahan atau Stadium Kanker Beberapa kasus kanker dapat terdeteksi sejak stadium awal, tapi ada pula yang baru terdiagnosis setelah memasuki stadium akhir. Penetapan stadium kanker bisa menjadi gambaran keparahan dari penyakit ini dan besarnya peluang penderita untuk hidup. Selain itu, stadium kanker juga dapat menjadi bahan pertimbangan dokter untuk menentukan rencana penanganan terbaik dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan penderitanya. Tingkat keparahan atau stadium kanker terbagi menjadi beberapa stadium, yaitu Stadium 0 Pada stadium 0, sel kanker baru tumbuh dan belum menyebar ke jaringan atau organ lain di sekitarnya. Kanker stadium 0 yang disebut juga sebagai karsinoma in situ ini umumnya tidak bergejala, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa ada sel kanker di dalam tubuhnya. Jika sel kanker terdeteksi saat masih stadium 0, keberhasilan pengobatan akan cukup tinggi. Stadium I Kanker stadium I menggambarkan kondisi ketika sel kanker sudah tumbuh dan membentuk jaringan tumor berukuran kecil. Pertumbuhan sel atau jaringan kanker pada stadium ini umumnya tidak menimbulkan gejala khas, sehingga banyak orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya menderita kanker. Sel kanker pada stadium ini juga belum tumbuh hingga ke dalam jaringan tubuh atau belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Stadium II Pada stadium II, sel kanker sudah berkembang dan tumbuh dengan ukuran yang lebih besar. Namun, sel kanker ini masih berada di tempat awal tumbuh dan belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker stadium II yang tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi kanker stadium lanjut. Stadium III Sel kanker stadium III memiliki kemiripan dengan sel kanker stadium II. Hanya saja sel-sel tersebut sudah tumbuh lebih dalam ke jaringan atau organ tubuh. Umumnya, sel kanker stadium III sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Namun, penyebarannya belum sampai ke bagian tubuh lain yang jauh dari lokasi awal munculnya sel kanker. Stadium IV Pada stadium ini, sel kanker yang semula tumbuh di jaringan tubuh tertentu sudah berkembang dan menyebar ke organ tubuh lain. Misalnya, sel kanker yang awalnya tumbuh di paru-paru dapat menyebar ke otak ketika sudah mencapai stadium IV. Penyebaran ini dikenal dengan istilah metastasis sel kanker. Semakin tinggi stadium kanker, semakin rendah pula peluang untuk sembuh dari penyakit ini. Inilah yang melandasi mengapa deteksi kanker perlu dilakukan sedini agar segera mendapatkan penanganan. Umumnya, dokter akan mengatasi sel kanker dengan beberapa cara, seperti operasi, kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, atau terapi hormon. Tingkatan Penyakit kanker Selain stadium, penyakit kanker juga memiliki tingkatan. Tingkatan ini dinilai berdasarkan sifat dan bentuk sel kanker. Penilaian tingkatannya ditentukan berdasarkan kondisi sel kanker saat biopsi dilakukan. Tingkatan atau grading sel kanker bisa diklasifikasikan sebagai berikut Tingkat 1 Sel kanker belum tampak seperti sel abnormal. Pada tingkatan ini, sel kanker masih tampak mirip dengan sel normal, begitu juga dengan Tingkat 2 Sel kanker mulai menampakkan ciri-ciri yang berbeda dengan sel normal. Pertumbuhan sel kanker mulai lebih cepat jika dibandingkan dengan sel normal. Tingkat 3 Sel kanker pada tingkat ini sudah tampak jelas sebagai sel abnormal. Sel-sel kanker di tingkat 3 ini juga sudah mulai berkembang dengan sangat aktif dan mulai merusak jaringan normal di sekitarnya. Untuk mendeteksi keberadaan sel kanker, akan lebih baik jika Anda memeriksakan kesehatan secara berkala sesuai anjuran dokter. Deteksi kanker sejak dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Untuk mendeteksi dini sel kanker, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan yang terdiri dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, misalnya skrining kanker, tumor marker, atau pemeriksaan jaringan tubuh seperti Pap smear. Jika sel kanker terdeteksi di dalam tubuh Anda, dokter akan menyarankan langkah penanganan kanker berdasarkan tingkat keparahan dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Kankertulang memiliki dua jenis utama, yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Pada kanker tulang primer, kanker berkembang di sel-sel tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder terjadi ketika kanker yang berkembang di tempat lain menyebar ke tulang. Menurut National Cancer Institute, kanker tulang primer menyumbang kurang dari 1% dari semua
Jakarta – Kebanyakan orang mungkin menganggap kanker disebabkan oleh virus mematikan. Nyatanya, kanker berasal dari sel sehat tubuh yang bertransformasi secara abnormal sehingga merugikan jaringan dan organ-organ di sekitarnya. Lantas, bagaimana mengenali perbedaan sel normal dan kanker? Sebagai informasi, manusia rata-rata memiliki 30 triliun sel. Jumlah tersebut bisa berubah berdasarkan bobot tubuh. Dikutip dari National Geographic, berat rata-rata sel adalah satu nanogram. Jadi, jika pria dewasa memiliki berat badan 70 kilogram, bisa disimpulkan orang tersebut memiliki 70 triliun sel. Sel-sel ini semuanya bekerja secara harmonis untuk menjalankan semua fungsi dasar yang diperlukan manusia untuk bertahan hidup. Namun, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan memicu pertumbuhan sel tidak terkendali dan seiring waktu akan membentuk tumor. Kemunculan tumor yang bersifat ganas berpotensi menyebabkan kanker. Perbedaan Sel Normal dan Kanker Meski tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, penting mengetahui perbedaan karakteristik dan cara kerja sel sehat dengan kanker berikut ini dikutip dari National Cancer Institute 1. Tumbuh Tak Terkendali Kanker bermula dari pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali. Umumnya, sel sehat akan menerima sinyal dari tubuh untuk berkembang dan membelah. Begitu juga ketika apoptosis, yaitu suatu proses yang dikenal sebagai kematian sel terprogram. Namun pada kanker, sel yang bertransformasi tersebut akan terus berkembang dan cepat menjalar ke seluruh tubuh. Itu mengapa tumor penyebab kanker bersifat ganas. 2. Kemampuan Penyebaran Sel normal mengeluarkan zat yang membuat mereka tetap bersatu dalam kelompok dan tetap berada di satu area tubuh, misalnya sel paru-paru selalu berada di area organ tersebut. Lain halnya dengan sel kanker yang dapat melayang’ melalui aliran darah dan sistem limfatik kelenjar getah bening, lalu hinggap di jaringan terdalam organ tubuh. Karena itu, sel ganas ini memiliki kemampuan untuk menyebar bermetastasis. Hal ini mungkin disebabkan kekurangan molekul adhesi. 3. Bentuk Di bawah mikroskop, sel normal dan sel kanker mungkin terlihat sangat berbeda. Sel kanker sering menunjukkan variabilitas yang jauh lebih besar dibanding ukuran sel normal pada umumnya. Selain itu, sel kanker seringkali memiliki bentuk yang tidak normal. Nukleus otak sel yang dimilikinya kebanyakan berbentuk lebih besar dan gelap. Alasan gelapnya adalah inti sel kanker mengandung DNA berlebih. Dari dekat, sel kanker seringkali memiliki jumlah kromosom abnormal yang tersusun secara tidak teratur. 4. Kematangan Sel Sel sehat membelah dengan keadaan sempurna dan matang, sedangkan kanker tumbuh dengan cepat, tetapi tidak matang. Dalam istilah medis, hal ini disebut undifferentiated’. Tingkat kematangan sel kanker sesuai dengan tingkat keparahannya stadium. Semakin tinggi stadiumnya, kanker dinilai lebih agresif. 5. Kemampuan Bersembunyi Ketika sel normal rusak, sistem kekebalan tubuh bernama limfosit mengidentifikasi dan membuangnya. Namun, hal ini tidak berlaku pada sel kanker. Sebab, mereka memiliki kemampuan mengelabui limfosit cukup lama dengan mengeluarkan senyawa kimia sehingga lolos dari deteksi. 6. Cara Bertahan Hidup Angiogenesis adalah proses di mana sel menarik pembuluh darah untuk tumbuh dan memberi makan jaringan. Sel normal melakukan proses tersebut ketika terdapat jaringan baru yang rusak. Sayangnya, kanker juga memanfaatkan angiogenesis untuk mengembangkan tumor. Pembuluh darah ini memasok oksigen, nutrisi, serta membuang produk limbah dari tumor. Tak hanya itu, kanker mengandalkan berbagai jenis nutrisi dari sel normal sehingga emungkinkannya tumbuh lebih cepat. 7. Fungsi Sel normal berfungsi membangun struktur organ dan jaringan tubuh untuk bertahan hidup. Sebaliknya, kanker membuat tumor menyerang organ yang dihinggapinya dan menyebar ke area lain. Sebagai contoh, sel darah putih normal bertugas membantu melawan infeksi. Jika seseorang mengidap kanker darah leukimia, produksi jumlah sel darah putih bisa meningkat, tetapi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Justru, sel darah putih nantinya menyerang sel darah merah sehingga pengidapnya tampak lebih pucat, lemas, dan mengalami infeksi berulang. Setelah mengetahui perbedaan sel normal dan kanker, masyarakat diharapkan lebih peduli dengan bahayanya penyakit ini. Kanker adalah penyakit genetik kompleks yang disebabkan oleh perubahan spesifik pada gen DNA dalam sekelompok sel. Tak ada yang apa penyebab pastinya, namun ahli medis yakin budaya hidup tak sehat, seperti merokok dan minum alkohol berlebihan, bisa meningkatkan risiko kemunculannya.
.