🥳 Reproduksi Aseksual Sangat Menguntungkan Bagi Individu Yang

Adabanyak alasan mengapa reproduksi aseksual dapat menguntungkan bagi tumbuhan. Satu keuntungan adalah kecepatan. Karena reproduksi aseksual tidak melibatkan proses pembentukan gamet, dapat diselesaikan lebih cepat, memungkinkan individu untuk menyebarkan materi genetik dalam waktu yang lebih singkat.
Sobat Zenius, makhluk hidup bisa melakukan reproduksi dengan dua cara, yaitu reproduksi aseksual dan seksual. Hmm… kok bisa begitu? Terus bedanya apa? Terus makhluk hidup apa aja yang bisa melakukan reproduksi aseksual? Wah… banyak juga ya, pertanyaan Sobat Zenius! Tenang, gue akan kupas tuntas sampe jelas. Tapi, sebelum kita bahas semua itu, gue mau tanya dulu… elo udah tau apa tujuan dari reproduksi? Apakah jawaban elo… memiliki keturunan? Nah, coba kita bahas, ya! Tujuan ReproduksiMewariskan DNACara Reproduksi Aseksual dan SeksualTeknologi Reproduksi pada Makhluk Hidup Tujuan Reproduksi Sobat Zenius, arti dari reproduksi itu adalah memiliki keturunan. Jadi, kalau tujuan reproduksi dijawab memiliki keturunan ya kurang tepat, karena kedua kata itu artinya sama aja he he he Terus jawaban yang lebih tepat apa, dong? Gini, guys, ketika makhluk hidup menghasilkan keturunan dengan cara reproduksi aseksual dan seksual, maka keturunannya pasti jenisnya sama dengan induknya. Iya, dong? Induk kucing, anaknya kucing. Induk mawar, ya akan menghasilkan tumbuhan mawar juga. Nah, dengan adanya reproduksi, jenis makhluk hidup tertentu akan terus ada, karena jumlah mereka semakin bertambah seiring waktu. Atau, dengan kata lain tujuan dari reproduksi adalah agar setiap makhluk hidup bisa melestarikan jenisnya. Mewariskan DNA Sobat Zenius, menurut elo kenapa induk yang melakukan reproduksi aseksual dan seksual pasti punya anakan yang sama dengan mereka? Bahkan, anakan ini punya warna kulit, warna bunga yang sama dengan induknya. Benar, jawabannya… DNA! Jadi, seperti yang udah kita pelajari, makhluk hidup itu tersusun dari sel. Di dalam inti sel ada yang namanya DNA, guys. DNA ini adalah bagian makhluk hidup yang mengkode sifat. Eits, sifat di sini maksudnya bukan sifat penakut, pemarah, atau pemberani ya hehehe. Sifat ini seperti warna rambut, warna mata, warna kulit, bentuk tubuh, dan ciri fisik lainnya. Nah, ketika makhluk hidup melakukan reproduksi aseksual dan seksual, makhluk hidup mewariskan DNA mereka ke keturunannya. Kalau induknya ada dua, maka anaknya akan mendapat dua macam DNA. Karena inilah sifat anakan bisa mirip, atau bahkan sama dengan indukannya. Kalau diibaratkan nih, DNA itu ibarat resep makanan, guys. Coba bayangin kalau elo mau masak spaghetti bolognaise. Elo kan harus masak spaghetti-nya dulu, terus masak saus bolognaise-nya kan? Nah, begitu pula dengan DNA. Jadi, ada resep untuk tangan, untuk kaki, untuk rambut, untuk wajah, dan lain-lain. Seperti resep makanan yang berbeda-beda, resep DNA setiap jenis makhluk hidup juga berbeda-beda. DNA tumbuhan berbeda dengan manusia, dan seterusnya. Oke, DNA pohon sama kucing pasti beda. Tapi gimana DNA kucing oren dengan kucing hitam? Apa beda juga? Yup, berbeda juga! Jumlah DNA-nya mungkin bisa aja sama, tapi detailnya berbeda-beda. Contoh hasil reproduksi pada tumbuhan Arsip Zenius Sobat Zenius, makhluk hidup melakukan reproduksi dengan berbagai cara. Ada hewan yang beranak dan menghasilkan telur, ada tumbuhan yang menghasilkan tunas baru, ada juga makhluk hidup yang bereproduksi dengan membelah diri. Namun, secara umum kita bisa mengelompokkan reproduksi ke dalam dua jenis, yaitu reproduksi aseksual dan seksual. Hmm… apa bedanya reproduksi aseksual dan seksual? Yuk, kita lihat! Reproduksi Seksual Reproduksi seksual adalah reproduksi yang melibatkan dua induk dengan jenis kelamin berbeda, sehingga terjadi penggabungan dua DNA. Jadi, ada dua induk yang memberikan DNA untuk anak-anaknya melalui perkawinan. Pada hewan-hewan jantan sel sperma lah yang bertugas membawa setengah DNA. Sedangkan pada hewan betina, setengah DNA dibawa oleh sel telur. Ketika sel sperma bertemu sel telur, sel sperma akan memberikan setengah DNA yang dia bawa itu ke sel telur. Peristiwa ini yang dikenal dengan nama pembuahan. Hasilnya adalah zigot yang akan berkembang jadi anak. Sobat Zenius, ada banyak hewan yang melakukan reproduksi seksual, salah satunya ikan. Tapi, menurut elo, gimana caranya ikan kawin? Ternyata, pembuahan pada ikan itu nggak terjadi di dalam tubuh ikan. Ikan betina dewasa akan melepaskan sel telur ke lingkungan atau air meski nggak ada ikan jantan. Nanti, ketika ada ikan jantan yang sudah dewasa juga, mereka akan melepaskan sel sperma juga, sehingga sel sperma dan sel telur ikan ketemu di air. Jadi, pembuahan ikan terjadi di luar tubuh. Dari sini, kita jadi tahu bahwa pembuahan bisa terjadi di dalam tubuh dan di luar tubuh. Pembuahan di dalam tubuh disebut pembuahan internal, sedangkan pembuahan di luar tubuh disebut pembuahan eksternal. Perbedaan pembuahan internal & eksternal Arsip Zenius Pembuahan Internal Pembuahan yang terjadi di dalam tubuhDibanding pembuahan eksternal, sel sperma hampir pasti bertemu dengan sel telur sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggiKarena tingkat keberhasilannya tinggi, sel telur yang digunakan lebih sedikitNamun, pembuahan internal relatif lebih sulit terjadi, karena kedua induk harus bertemu secara langsung Pembuahan Eksternal Pembuahan terjadi di luar tubuh, di lingkungan tinggal hewanTingkat keberhasilan pembuahan eksternal lebih rendah, karena bergantung dengan faktor lingkungan. Bisa saja lingkungan terlalu panas atau dingin sehingga membunuh sel telur, bisa juga lingkungan tidak aman sehingga sel sperma sudah dimakan hewan lain sebelum bertemu sel tingkat keberhasilannya yang rendah, sel telur yang dikeluarkan oleh betina pun jauh lebih eksternal relatif lebih mungkin terjadi karena kedua induk tidak harus bertemu secara langsung. Reproduksi Seksual pada Tumbuhan Reproduksi seksual juga terjadi pada beberapa jenis tumbuhan, yaitu pada tumbuhan yang menghasilkan bunga jantan dan bunga betina. Alat reproduksi bunga jantan adalah benang sari dan alat reproduksi bunga betina adalah putik. Benang sari akan menghasilkan serbuk sari yang nantinya akan jatuh di putik. Proses ini disebut penyerbukan. Setelah itu, akan akan terjadi proses pembuahan hingga bunga menghasilkan buah, setelah itu buah akan menghasilkan biji yang menjadi cikal bakal tumbuhan baru. Reproduksi Aseksual Reproduksi aseksual adalah reproduksi yang terjadi jika hanya ada satu induk. Jadi, nggak ada perkawinan di sini, anak pun berasal dari pembelahan sel tubuh induknya. Biasanya, reproduksi aseksual terjadi pada organisme-organisme sederhana. Contohnya adalah anemon laut. Sel tubuh anemon laut akan membelah hingga muncul bagian kecil di tubuh si anemon laut. Bagian ini akan tumbuh, lalu melepaskan diri dari induknya. Cara reproduksi aseksual ini disebut tunas. Nah, pada reproduksi aseksual, DNA anak akan seratus persen sama dengan induknya. Contoh lainnya adalah cacing pipih. Ketika tubuh cacing pipih dibelah, masing-masing potongan tubuh itu bisa tumbuh menjadi individu baru. Cara reproduksi ini disebut fragmentasi. Contoh lainnya adalah pada hewan lebah. Lebah betina tetap akan menghasilkan telur meski nggak dibuahi oleh lebih jantan. Telur yang nggak dibuahi ini akan menjadi lebah betina, sedangkan telur yang dibuahi oleh lebah jantan akan menjadi lebah jantan. Cara ini dikenal dengan nama partenokarpi. Reproduksi Aseksual pada Tumbuhan Reproduksi aseksual pada tumbuhan hanyalah dengan cara bertunas. Syarat agar tumbuhan bisa bertunas adalah tumbuhan harus memiliki sel yang aktif membelah dan mendapat cukup nutrisi. Nutrisi yang dibutuhkan tumbuhan bisa didapat dari tanah. Baca juga Mengenal Sifat Tanah dan Manfaatnya Kelebihan & Kekurangan Reproduksi Aseksual dan Seksual Kelebihan & kekurangan reproduksi aseksual dan seksual Arsip Zenius Guys, tadi kita udah sama-sama belajar tentang perbedaan reproduksi aseksual dan seksual. Menurut kalian, mana yang lebih menguntungkan untuk makhluk hidup? Jawabannya… nggak ada! Reproduksi aseksual dan seksual punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Coba kita bahas satu per satu, ya. Reproduksi seksual menghasilkan anakan yang lebih bervariasi daripada reproduksi aseksual. Dengan banyaknya variasi, kita bisa menemukan anakan yang lebih unggul dari yang lain. Contohnya variasi bibit yang kebal pada penyakit seksual membutuhkan waktu yang relatif lama dan energi yang lebih besar, sehingga anak yang dihasilkan lebih sedikit. Sedangkan reproduksi aseksual lebih cepat karena kebutuhan energinya lebih sedikit, sehingga anak yang dihasilkan lebih reproduksi seksual menguntungkan bagi makhluk hidup yang bertahan di lingkungan hidup yang keras, sedangkan reproduksi aseksual cocok untuk lingkungan yang kondusif yang nggak ada penyakit dan banyak nutrisi. Teknologi Reproduksi pada Makhluk Hidup Sobat Zenius, teknologi ternyata nggak terbatas dalam bidang komunikasi aja, ya. Dalam bidang reproduksi makhluk hidup juga ada teknologi. Teknologi dalam bidang reproduksi fungsinya adalah merekayasa proses reproduksi, baik reproduksi aseksual dan seksual, berdasarkan prinsip sains untuk memenuhi kebutuhan. Wah, contohnya apa? Contohnya bisa kita lihat dalam bidang pertanian. Ada bunga yang sulit berkembang biak, padahal bunga ini banyak dicari orang dan bisa dijual sebagai tanaman hias. Nah, para petani bunga pun menggunakan teknologi untuk membantu bunga ini berkembang biak dengan lebih cepat. Contoh lain lagi bisa kita lihat pada peternakan hewan. Biasanya, para peternak menggunakan teknologi tertentu supaya hewan ternak bisa menghasilkan lebih banyak anak dalam waktu yang lebih singkat. Teknologi Reproduksi pada Tumbuhan Teknologi reproduksi pada tumbuhan Arsip Zenius Sobat Zenius, waktu dari tadi gue ngomongin teknologi, elo kebayangnya teknologi yang kaya gimana? Yang canggih-canggih? Nah, teknologi reproduksi nggak melulu “tampak canggih”, guys. Dalam teknologi reproduksi, yang penting metode atau teknologinya sesuai dengan prinsip reproduksi aseksual dan seksual setiap makhluk hidup. Contohnya pada tumbuhan, prinsip reproduksi aseksual tumbuhan adalah ada sel induk yg aktif membelah dan nutrisi untuk menghasilkan anak. Nah, prinsip ini bisa kita gunakan untuk mendukung tumbuhan bereproduksi. Caranya, dengan kita cari sel yang aktif membelah, misalnya kambium, lalu kita potong dan kita tanam di tanah yang penuh dengan nutrisi. Cara ini dikenal dengan nama stek. Bisa juga, kita kupas kulit batang sehingga kambium terbuka, lalu kita tutup dengan tanah. Cara ini dikenal dengan nama cangkok. Stek dan cangkok biasanya dilakukan langsung di lingkungan, tapi ada juga tanaman-tanaman yang bisa dikembangbiakan di dalam laboratorium. Misalnya bunga-bunga yang tidak memiliki kambium. Biasanya, tumbuhan seperti ini adalah tumbuhan-tumbuhan yang sulit tumbuh dan perlu diatur kadar air, suhu, dan cahaya mataharinya. Lalu, bagaimana dengan tumbuhan yang melakukan reproduksi secara seksual? Juga bisa, dong! Contohnya adalah pada tumbuhan kelapa sawit. Seperti yang kita tau, kelapa sawit ini adalah bahan baku minyak goreng, jadi kebutuhannya dalam industri sangat besar. Tapi, pembuahan kelapa sawit ini sulit banget kalau dilakukan secara normal. Alasannya, karena serbuk sari dan putik kelapa sawit nggak matang di saat yang bersamaan. Nah, terus caranya gimana? Caranya, manusia mengambil serbuk sari kelapa sawit yang sudah matang lebih dulu untuk diawetkan. Nanti, ketika bunga betina kelapa sawit sudah cukup dewasa dan bisa bereproduksi, serbuk sari ini yang tadi diawetkan akan ditabur ke bunga kelapa sawit. Baca juga Mengenal Teknologi Ramah Lingkungan Teknologi Reproduksi pada Hewan & Manusia Seperti yang tadi gue bilang di atas, teknologi reproduksi juga bisa dimanfaatkan pada hewan. Nah, teknologi reproduksi pada hewan dikenal dengan nama inseminasi buatan. Contoh penerapannya adalah pada sapi. Sapi ini bermanfaat banget kan, guys, untuk manusia. Sapi bisa dimanfaatkan sebagai hewan yang membantu kerja petani, bisa diperah susunya, dan hampir seluruh bagian tubuhnya bisa dimanfaatkan sebagai makanan. Masalahnya, ternyata sapi ini sulit banget untuk bereproduksi secara alami. Akhirnya, manusia membantu dengan cara mengambil sperma sapi jantan, lalu menyuntikan sperma itu langsung ke saluran reproduksi sapi betina. Oh iya, inseminasi buatan seperti ini juga dimanfaatkan oleh manusia, loh. Tapi untuk manusia, itu bukan satu-satunya cara. Cara lain yang digunakan oleh manusia adalah dengan mempertemukan sel telur dan sperma melalui media khusus di laboratorium. Sel sperma ini membuahi telur sehingga berkembang jadi embrio. Ketika sudah menjadi embrio, embrio akan diletakkan di rahim agar bisa tumbuh. Teknologi ini yang kita kenal dengan nama bayi tabung. Wah, ternyata pemanfaatan teknologi dalam membantu reproduksi aseksual dan seksual pengaruhnya besar ya bagi makhluk hidup! Sobat Zenius, itu tadi pembahasan gue tentang tujuan reproduksi serta perbedaan reproduksi aseksual dan seksual. Kalau elo mau belajar materi ini lebih jauh dan coba ngerjain soal-soal tentang materi tujuan serta perbedaan reproduksi aseksual dan seksual ini, klik banner di bawah, ya! Yuk, segera berlangganan paket belajar Zenius untuk dapetin ribuan materi belajar, live class dengan tutor-tutor Zenius, serta akses ke banyak banget soal dan pembahasan. Segera klik banner di bawah, dan taklukkan PTS, PAS, dan PAT bareng Zenius!

Reproduksiaseksual tidak melibatkan meiosis atau fertilisasi. Namun, dalam reproduksi seksual meiosis sangat penting untuk gametogenesis dan fertilisasi untuk pembentukan zigot. Selama reproduksi aseksual menghasilkan spesies yang secara genetik mirip satu sama lain dan orang tua mereka.

itu Keuntungan dan kerugian dari reproduksi aseksual, ciri khas hewan seperti sepon, tanaman seperti mitospores atau mikroorganisme seperti bakteri, akan tergantung pada beberapa faktor biologis dan aseksual ditandai karena keturunan muncul dari satu organisme dan mewarisi gen induk. Itu tidak melibatkan fusi gamet dan jumlah kromosom tidak bervariasi. Reproduksi aseksual, ketika suatu organisme mencapai kematangan, sel atau bagian tubuhnya terlepas. Seorang individu baru dengan demikian dihasilkan melalui mitosis, yang merupakan segmentasi sel. Setiap sel yang dihasilkan mengandung semua dan kerugian dari reproduksi aseksualReproduksi aseksual tidak pernah mengandung arti reduksi atau ploidi. Progeni hanya akan memiliki karakteristik induk, kecuali dalam kasus automixis. Ini adalah proses paling umum dimana organisme uniseluler bereproduksi. Ini jarang terjadi di antara organisme multiseluler seperti hewan. Reproduksi aseksual memiliki kelebihan dan kekurangan. Keuntungan 1- Ekspansi cepat Bentuk reproduksi ini menghasilkan sejumlah besar keturunan hanya dengan menempatkan organisme tertentu di habitat yang sesuai. 2- Tidak memerlukan mobilitasDengan organisme reproduksi aseksual dapat direproduksi dalam satu area tunggal, tanpa perlu Pasangan tidak diperlukanReproduksi aseksual tidak membutuhkan pasangan untuk bereproduksi. Karakteristik ini menguntungkan ketika daerah baru dijajah karena hanya satu induk diperlukan. 4- Hal ini menguntungkan bagi lingkunganBentuk reproduksi ini tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Di sisi lain, reproduksi aseksual akan menyebabkan bahwa beberapa organisme tidak bertahan hidup di lingkungan yang agresif karena kerentanan mereka, tahap sensitif selama proses dan organ mereka yang rapuh..5- Praktis jika terjadi keadaan darurat Dalam situasi sulit, tanaman dan hewan aseksual masih dapat tetap hidup dan terus menghasilkan keturunan tanpa sumber reproduksi lainnya. Pada dasarnya, tidak ada kelemahan utama sehubungan dengan situasi lingkungan yang merugikan ketika datang ke reproduksi Tidak diperlukan investasiOrganisme yang bereproduksi secara aseksual tidak harus membawa keturunan untuk waktu yang lama, tidak seperti yang bereproduksi melalui reproduksi seksual, yang, di sisi lain, umumnya terbatas pada keturunan tunggal.. Seperti yang Anda lihat, tidak ada pemborosan energi atau waktu untuk menghasilkan keturunan. Selain itu, tanaman dan hewan aseksual tertentu dapat menghasilkan klon yang tak terhitung banyaknya tanpa harus mempertimbangkan investasi apa pun. Singkatnya, suatu proses reproduksi tanpa kerumitan dan itu membutuhkan lebih sedikit Mencegah keanekaragamanKarena karakteristik dan sifat orangtua tunggal ditransmisikan ke keturunannya, reproduksi aseksual menghambat keragaman genetik semua generasi mereka. Ini membuat populasi prokreasi persis sama. Dengan reproduksi seksual, keuntungan besar adalah kemungkinan pencampuran kelompok gen untuk menjamin ekosistem yang beragam. 8- Ini memiliki beberapa masalah warisanSebagian besar waktu, satu orangtua aseksual diperlukan untuk dapat menyalin kromosom dan gen, yang berarti bahwa cacat genetik atau mutasi yang terjadi pada reproduksi aseksual akan terus ada pada keturunannya, tanpa kecuali. Kerugian ini bahkan dapat menyebabkan mutasi yang lebih tidak menguntungkan, yang mengakibatkan organisme yang diproduksi secara aseksual rentan terhadap penyakit, yang juga berarti bahwa sejumlah besar keturunan akan dihancurkan..9- Organisme cenderung punah Fitur dan karakteristik yang identik menyiratkan kelemahan dan kelemahan yang sama. Oleh karena itu, organisme pemangsa yang berevolusi yang menyerang mereka, dapat membunuh seluruh populasi yang tidak siap untuk berjuang demi Anda tidak dapat mengontrol jumlahnyaBentuk reproduksi ini tidak dapat mengendalikan peningkatan populasi. Setiap organisme mampu mereproduksi dirinya sendiri, yang berarti bahwa populasinya sendiri akan berlipat ganda dalam setiap siklus reproduksi. Namun, proses berhenti secara otomatis ketika jumlahnya Organisme tidak dapat beradaptasi dengan perubahan lingkunganOrganisme mentransmisikan karakteristik ke keturunan mereka. Tetapi karena tidak ada variasi, kemampuan untuk beradaptasi dan bertahan dalam menghadapi perubahan lingkungan tidak dikembangkan..12- Kondisi lingkungan yang burukProses reproduksi aseksual dapat terjadi dalam kondisi yang tidak menguntungkan, seperti suhu ekstrem atau variasi lain, yang berarti bahwa seluruh komunitas dapat punah.. ReferensiReproduksi aseksual. Diperoleh dari dan kerugian dari reproduksi aseksual. Dipulihkan dari Keuntungan dan Kerugian Reproduksi Aseksual. Diperoleh dari Archaebacteriaadalah organisme yang metabolisme energi khasnya membentuk gas metana (CH4) dengan cara mereduksi karbon dioksida (CO2). Archaebacteria bersifat anaerobik dan kemosintetik. Nama "archaebacteria," dengan awalannya yang berarti "kuno," menunjukkan bahwa ini adalah kelompok yang sangat tua. Reproduksiaseksual bisa sangat menguntungkan bagi hewan dan protista tingkat tinggi tertentu. Organisme yang tetap di satu tempat tertentu dan tidak dapat mencari pasangan perlu bereproduksi secara aseksual.
Reproduksiaseksual sangat menguntungkan bagi individu yang - 45045836 sabilsaz3498 sabilsaz3498 05.10.2021 Biologi Sekolah Menengah Pertama terjawab Reproduksi aseksual sangat menguntungkan bagi individu yang 1 Lihat jawaban Iklan Iklan MichaeLimzz MichaeLimzz Jawaban: Menguntungkan induvidu yang infertilitas.
Reproduksidapat terjadi dalam dua cara utama: reproduksi aseksual , yang hanya membutuhkan satu orang tua, dan reproduksi seksual, yang membutuhkan gamet, atau sel kelamin, dari jantan dan betina yang dibuat melalui proses meiosis. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi dalam hal evolusi , reproduksi seksual tampaknya merupakan Andadapat memilih varietas dan mereproduksi secara aseksual untuk mendapatkan klon. Dengan demikian, mereka akan memperoleh keseragaman genetik dan memungkinkan mereka untuk mempertahankan beberapa karakteristik yang diinginkan. Reproduksi aseksual dalam mikroorganisme (jenis) Reproduksi aseksual sangat umum pada organisme bersel tunggal. Satuset individu yang berasal dari nenek moyang yang sama dengan bantuan dari jenis reproduksi dalam biologi disebut klon. reproduksi aseksual secara luas digunakan di bidang pertanian untuk menghasilkan tanaman dengan set atribut yang berguna bagi kehidupan manusia. Panjang "kumis", tunas menyebar stroberi, semak-semak buah dan pohon - stek. Thereproduksi aseksual didefinisikan sebagai perkalian dari yang mampu individu menyebabkan benih tanpa pembuahan. Oleh karena itu, organisme anak terdiri dari klon induk. Anak-anak yang dihasilkan oleh peristiwa reproduksi aseksual diasumsikan sebagai salinan identik dari orang tua mereka. KelebihanReproduksi Aseksual adalah: Memungkinkan pemopulasi cepat. Bentuk reproduksi ini menawarkan kemampuan untuk menghasilkan keturunan dalam jumlah besar. Yang perlu Anda lakukan adalah meletakkan organisme tertentu di habitat yang sangat cocok, dan itu akan dengan cepat menghasilkan lebih banyak individu baru. Pada1990-an, Leigh Van Valen menciptakan hipotesis Ratu Merah, yang menyatakan mengapa reproduksi manusia harus melalui hubungan seksual, bukan aseksual, yaitu organisme harus terus-menerus berevolusi tidak hanya terhadap lingkungan, namun juga untuk mencegah kepunahan dalam menghadapi organisme lain. Ini menjelaskan mengapa spesies yang hidup Perkembangannyaakan memunculkan organisme dewasa. Reproduksi seksual lebih kompleks daripada aseksual, karena meiosis terjadi dan juga karena itu diperlukan untuk pembuahan terjadi, yang menyiratkan bahwa dua gamet dari lawan jenis ditemukan. Jika, meskipun ada "kelemahan" ini, reproduksi seksual tetap dipertahankan, itu karena ia KelebihanReproduksi aseksual Keuntungan reproduksi aseksual adalah sebagai berikut: Jenis reproduksi memungkinkan organisme untuk bereproduksi tanpa pasangan. Tidak memerlukan waktu dan energi yang dibutuhkan untuk mencari jodoh. Hasilnya reproduksi sejumlah besar keturunan cepat. terjawab• terverifikasi oleh ahli Soal dan Pembahasan UGM UGM 2014 (jelaskan alasannya), Biologi, Reproduksi aseksual sangat menguntungkan bagi individu yang A. sangat sulit mencari pasangan hidup B. hidup di lingkungan yang selalu berubah C. mempunyai mobilitas tinggi D. mempunyai daerah persebaran luas E. memproduksi gamet dalam jumlah banyak 1 .