🫎 Cara Membaca Meteran Listrik
Adapuncara membaca kode pada meteran listrik yaitu sebagai berikut. Kode CL 2 artinya 2 Ampere. Angka 230/400V 50Hz artinya 220 volt Angka 6000 menunjukan rated breaking capacity MCB yang menunjukan kemampuan MCB dikatakan baik hingga arus maksimal 6000 A.
3 menitCara membaca sisa pulsa listrik sistem prabayar atau pascabayar mesti kamu ketahui, Property People. Yuk, simak informasi lengkapnya melalui artikel berikut ini! Dalam suatu hunian, keberadaan meteran listrik menjadi hal yang penting karena tentu saja berhubungan dengan kelistrikan rumah. Biasanya, meteran listrik dipasang di dinding bangunan, entah itu di dalam ruangan atau luar ruangan. Selain memiliki angka-angka yang memiliki arti tersendiri, terdapat kode meteran listrik PLN yang seyogyanya harus kamu ketahui, lo. Di luar itu, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara membaca sisa pulsa listrik di meteran padahal bisa jadi bakal bermanfaat dan bisa memengaruhi pemakaian listrik rumah. Melansir laman berikut ini adalah cara membaca sisa pulsa listrik yang sepatutnya kamu ketahui. sumber Umumnya, meteran listrik yang terpasang di rumah-rumah ada dua macam, yaitu meteran listrik prabayar dan pascabayar. Secara bentuk, keduanya hampir sama tetapi sederet angka yang tampil bisa jadi memiliki maksud berbeda. Oleh karena itu, cara membaca sisa pulsa listrik pada kedua jenis meteran ini pun tentu saja berbeda pula. 1. Meteran Listrik Prabayar Cara membaca sisa pulsa listrik pada meteran prabayar cukup mudah, Property People. Adapun angka yang terdapat pada meteran merupakan sisa dari kWh yang bisa kamu pergunakan dan umumnya berupa bilangan bulat serta desimal, contohnya 23,98 kWh. Seperti yang telah disinggung, angka 23,98 mempunyai arti besaran kWh yang bisa dipakai. Bilangan tersebut nantinya akan berkurang seiring pemakaian listrik, tetapi dapat pula bertambah ketika kamu mengisi token pulsa listrik. Lantas, bagaimana cara membaca sisa pulsa listrik tersebut? Sebagai contoh, misalnya pada suatu hunian terpasang golongan listrik 900 VA dan pemilik rumah beli pulsa listrik 100rb . Nah, nantinya nominal tersebut dikonversi menjadi energi listrik yang dapat digunakan. Seandainya tarif dasar listrik kWh yang akan diterima adalah = 73,96 kWh. Angka 73,96 inilah yang bakal muncul pada meteran listrik prabayar. Nah, untuk membacanya, kamu bisa mengonversikan terlebih dahulu bilangannya menjadi satuan watt hour dengan dikali 1000 sehingga menjadi Wh. Kemudian, apabila dalam hunian memakai total 100 watt selama 24 jam, dapat diambil kesimpulan bahwa alat-alat elektronik tersebut akan menyala selama 739,6 jam. 2. Meteran Listrik Pascabayar sumber Dalam meteran listrik pascabayar terdapat dua macam angka yang tertera, yaitu bilangan bulat ditandai warna hitam dan angka desimal dengan tanda warna merah di bagian belakang. Adapun deretan bilangan pada meteran merupakan besarnya daya yang telah digunakan dan ditampilkan dalam satuan kWh. Sebagai contoh, apabila dalam satu jam di suatu rumah menyalakan alat dengan tenaga listrik 1000 watt, angka satuan dalam meteran akan naik 1. Begitu pula seandainya daya rumah 300 watt maka yang akan berubah adalah bagian desimal menjadi 0,3. Cara perhitungan penggunaan listrik bisa menggunakan rumus berikut ini. Banyak Peralatan x Daya x Waktu 1000 Contoh Dalam suatu rumah menggunakan 5 lampu dengan tenaga listrik 18 watt dan penghuni menyalakan 15 jam. Total penggunaan energi listriknya adalah 5 x 18 x 15 1000 = = 1,35 kWh. Dengan demikian, kenaikan energinya 1,35 kWh untuk lampu-lampu tersebut. Nah, dengan mengetahui cara membaca sisa pulsa listrik tentunya penghuni bisa memperkirakan tagihannya. Misalnya, tertera angka 26265. Maka, kamu harus mengetahui terlebih dahulu besar pemakaian listrik untuk satu bulan. Caranya, kurangi bilangan dari meteran dengan total bilangan struk bulan sebelumnya. Pemakaian bulan ini = angka pada meteran – angka pada struk pembayaran sebelumnya. Misalnya, 26265 – 26302 = 37 kWh, dengan demikian pemakaian listrik rumah selama satu bulan 37 kWh. Jika hunian menggunakan listrik daya 900 VA, kalikan pemakaian listrik dengan tarif dasar dari golongan daya tersebut. 1 kWh = Maka, total tarifnya adalah 37 kWh x = Nominal tersebut belum ditambahkan dengan PPJ 10 persen. Namun, biaya yang kamu dapatkan bisa menjadi gambaran pengeluaran listrik per bulan. Cara Cek Sisa Rupiah Token Listrik Melansir cara cek sisa rupiah token listrik bisa kamu dapatkan dengan mengetahui terlebih dahulu merek meteran yang kamu gunakan. Meteran merek Hexing kamu bisa cek pulsa token listrik dengan menekan angka 801 pada meteran, lalu tekan enter. Meteran merek Star cek dengan menekan angka 07 pada meteran, kemudian enter. Meteran merek Itron kamu bisa melihat pulsa token listrik pada layar meteran bagian atas. Meteran merek Conlog cek pulsa token listrik di layar meteran, di bagian bawah kWh. *** Itulah cara membaca sisa pulsa listrik di meteran, Property People. Semoga informasinya bermanfaat, ya. Yuk, baca deretan artikel menarik lainnya hanya di Follow Google News Berita Indonesia supaya tidak ketinggalan informasi terbaru. Nah, jika kamu sedang mencari rumah murah di sekitar Bekasi, bisa jadi Grand Al Ihsan Premiere adalah pilihan paling ideal. Tengok rekomendasi terbaik hunian masa kini lewat laman dan Dapatkan berbagai kemudahan dan ragam promo menggiurkan karena kami selalu AdaBuatKamu.
Jadi sekarang kita coba perhatikan gambar di atas untuk belajar cara membaca meteran listrik pascabayar. Lima digit pertama adalah bilangan bulat yang menandakan daya yang telah terpakai dalam, sedangkan satu digit terakhir adalah nilai desimal. Terkait perhitungan daya yang digunakan sebenarnya sama dengan cara sebelumnya. yaitu Rumus KWH :
Cara Cek Token Listrik di Meteran, Foto freepik Di era globalisasi ini, listrik telah menjadi salah satu kebutuhan primer. Karena itulah listrik harus digunakan dengan bijaksana, salah satunya adalah dengan menggunakan sistem pembayaran listrik yang tepat. Jika kamu takut tagihan listrik melebihi kemampuanmu, maka gunakanlah Listrik Pintar dengan token. Cara cek token listrik di meteran pun sangat mudah, jadi kamu tidak perlu ListrikDilansir dari buku Kiat Hemat Bayar Listrik, Gatut Susanta dan Sasi Agustoni 200710-12, adapun berbagai manfaat listrik untuk kehidupan sehari-hari sebagai berikut a. Listrik untuk PencahayaanCahaya adalah salah satu kebutuhan utama di dalam suatu bangunan. Tanpa kehadiran cahaya, bangunan menjadi gelap, sehingga sulit untuk melihat objek dengan jelas. Oleh karena maraknya penggunaan lampu listrik di zaman ini, maka listrik pun menjadi hal utama yang harus ada di setiap Listrik untuk PengudaraanSelain cahaya, kebutuhan utama di dalam suatu bangunan adalah udara. Udara ini berfungsi untuk menghadirkan kenyamanan suhu bagi makhluk udara di dalam ruangan memang bisa dilakukan secara alami dengan membuka di zaman ini, sangat mungkin untuk menggunakan peralatan pengudaraan elektronik seperti kipas angin atau menyalakan keduanya, dibutuhkan listrik yang Listrik untuk PerairanAir juga menjadi kebutuhan utama di dalam suatu bangunan. Selain untuk diminum, air juga dibutuhkan untuk mandi, mencuci, dan memasak. Di zaman ini, upaya untuk menghadirkan air tidak lagi dilakukan dengan menimba sumur, melainkan dengan menggunakan pompa air listrik, karena penggunaannya yang lebih mudah. Selain itu, listrik juga bisa dimanfaatkan pada alat pemanas air atau yang kerap disebut dengan water Listrik untuk Kebutuhan LainnyaSelain untuk 3 kebutuhan utama di atas, listrik juga dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan lain, seperti penggunaan lemari es kulkas, mesin cuci, setrika, televisi, dan rice Cek Token Listrik di MeteranOleh sebab itu, listrik harus digunakan dengan bijaksana. Jika kamu pelanggan Listrik Pintar, dapat dipastikan kamu bisa menggunakannya dengan bijaksana, karena kamu terlebih dahulu membeli pulsa untuk mengisi daya listrik di rumahmu, bukan dengan menggunakan listrik terlebih dahulu dan menunggu tagihan yang tiba-tiba melambung tinggi. Untuk merk Hexing, silakan tekan angka 801 di meteran kemudian tekan merek Star, silakan tekan angka 07 di meteran kemudian tekan merek Conlog, silakan langsung baca di layar meteran di bagian bawah kWh.Untuk merek Itron, silakan langsung baca di layar meteran sebelah atas di bagian bawah kWh.Demikianlah manfaat listrik dan cara cek token listrik di meteran. Selamat mencoba! BR
Rinciancara membaca meteran listrik Bacalah dari kiri ke kanan layaknya Anda membaca buku atau rangkaian angka. Ketahui cara perusahaan listrik membaca. Cara Membaca Meteran Listrik Alat UkurKwH Meter Dear sahabat BT senang jupa lagi.
Unduh PDF Unduh PDF Apakah Anda merasa bingung membaca pita ukur atau meteran dalam satuan meter dan tidak bisa mengartikan garis dan angka yang ada di sana? Apakah Anda baru kali pertama ini menggunakan sistem metrik satuan meter? Jika iya, jangan khawatir! Mungkin ini terlihat sulit di saat awal, tetapi setelah memahaminya, Anda pasti bisa mencatat dan mengonversi angka yang diinginkan dalam waktu singkat. Mungkin Anda biasa menggunakan sistem imperial misalnya karena tinggal di AS atau Myanmar, tetapi sebagian besar negara di dunia menggunakan sistem metrik termasuk Indonesia. Jadi, kemampuan untuk membaca pita ukur dalam satuan meter pasti sangat berguna.[1] Meter merupakan bagian dari sistem metrik. Jangan membaca angka yang tercantum dalam pengukuran imperial, tetapi carilah bagian metriknya. Sistem metrik pada umumnya ditempatkan di baris bawah, yang berisi angka lebih kecil. Sistem imperial biasanya berada di baris atas, yang berisi angka yang lebih besar. Untuk memastikannya, periksa label huruf yang bertuliskan “cm”, “meter”, atau “m” karena ini merupakan pengukuran metrik.[2] Tidak semua pita ukur mencantumkan label huruf, tetapi jika ada, hurufnya akan ditulis di ujung kiri meteran. Apabila Anda hanya menjumpai satu baris tanda, cobalah membalik pita ukur. Sisi di baliknya mungkin mencantumkan banyak tanda pengukuran. Apabila Anda hanya menemukan label dalam sistem imperial, misalnya "inci" dan "kaki"/"ft", berarti Anda memiliki pita ukur khusus untuk sistem imperial. Iklan Milimeter merupakan subunit yang membentuk meter. Pada baris metrik yang ada di pita ukur, milimeter merupakan tanda paling kecil yang tidak diberi label. Sepuluh milimeter akan membentuk 1 sentimeter. Ini artinya, Anda akan menjumpai 9 garis milimeter di antara setiap angka sentimeter di pita ukur karena garis kesepuluh akan menjadi angka sentimeter berikutnya.[3] Sebagai contoh, Anda akan menjumpai 9 garis pendek di antara angka "4" dan "5". Sentimeter merupakan subunit berikutnya yang membentuk meter. Tandanya lebih besar dan diberi label angka di baris metrik. Di tengah-tengah tanda sentimeter juga akan dicantumkan garis yang agak panjang. Ini adalah garis 1/2 sentimeter, yang dibentuk dari 5 milimeter. Garis ini lebih panjang daripada garis milimeter yang lain, tetapi lebih pendek daripada garis sentimeter. Garis ini pada umumnya tidak memiliki label.[4] Sebagai contoh, Anda akan menjumpai garis yang agak panjang di antara angka "3" dan "4". Garis ini menunjukkan bahwa ukurannya adalah 3,5 cm 3 sentimeter lebih 5 milimeter. Iklan Satu meter terbentuk dari 100 sentimeter. Ini berarti di setiap garis yang memiliki panjang 100 sentimeter akan ditandai meter. Sebagai contoh, Anda akan menjumpai tulisan 3 meter pada garis yang memiliki panjang 300 sentimeter. Setelah bisa mengenali dan membaca garis metrik, sekarang Anda telah siap untuk melakukan pengukuran! Mulailah dari ujung kiri pita ukur, yang biasanya diberi label “0”. Lihatlah di bagian kanan pita ukur, yang sejajar dengan tepi benda yang Anda ukur, dan catat angkanya. Sebagai contoh, hasil pengukuran di angka 205 sentimeter berarti sama dengan 2,05 meter. Hasil pengukuran pada garis 4 milimeter sesudah tanda 2 sentimeter berarti benda tersebut memiliki panjang 2,4 sentimeter. Iklan Jika hasil pengukurannya lebih dari 100 sentimeter, angkanya bisa dilihat di pita ukur meter. Sebagai contoh, jika hasil pengukurannya adalah 205 sentimeter, berarti Anda hanya perlu mencatat 2,05 meter, dan tugas Anda telah selesai tanpa harus melakukan konversi. Akan tetapi, jika hasil pengukurannya kurang dari 1 meter, Anda harus melakukan konversi. Sebagai contoh, apabila Anda mengukur benda yang berukuran 13 sentimeter dan ingin mendapatkan angka dalam bentuk meter, Anda harus mengonversi hasil pengukuran dalam sentimeter ini menjadi meter. Gunakan konversi ini apabila hasil pengukurannya kurang dari 1 sentimeter. Satu meter sama dengan milimeter. Jadi, bagilah hasil pengukuran dalam milimeter dengan untuk mendapatkan meter.[5] Sebagai contoh, jika hasil pengukurannya adalah 5 milimeter, bagilah angka 5 dengan 5/ yang akan menghasilkan 0,005 meter. Iklan Gunakan konversi ini apabila hasil pengukurannya lebih dari 1 sentimeter. Satu meter sama dengan 100 sentimeter. Bagilah hasil pengukuran dalam sentimeter dengan 100 untuk mendapatkan meter.[6] Sebagai contoh, jika hasil pengukurannya adalah 9,5 sentimeter, bagilah 9,5 dengan 100 9,5/100, yang akan menghasilkan 0,095 meter. Penggunaan berbagai jenis pita ukur tidak akan memengaruhi metode ini karena konversinya akan tetap sama. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Tergantungmerek meteran listrik Anda, cara mematikannya berbeda-beda. Dikutip dari Baca Juga: Promo Tiket.com 4-7 Ags 2022, Nikmati Diskon Hotel Domestik Hingga 30% . Sebagai catatan, kode tersebut berfungsi untuk mematikan bunyi alarm secara sementara. Durasinya pun berbeda-beda untuk setiap merek meteran.
Salah satu komponen yang penting untuk melengkapi instalasi kelistrikan di rumah adalah meteran listrik. Meteran listrik kwh merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jumlah pemakaian listrik. Biasanya alat ini dipasang menempel di dinding. Namun tahukah Anda bagaimana cara meteran listrik dihitung ? Dan bagaimana pula cara membaca meteran listrik? Untuk Anda yang ingin mengetahui informasi lengkapnya, bisa membaca artikel dibawah ini. Cara Meteran Listrik Cara Membaca Meteran Listrik Mengetahui bagaimana cara meteran listrik dibaca penting diterapkan. Dengan mengetahui bagaimana caranya, Anda akan mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk membayar listrik bulanan. Perlu diketahui bahwa ada dua jenis meteran yang biasa digunakan sehari – hari yaitu meteran prabayar dan pascabayar. Bentuk kedua meteran tersebut hampir sama, namun deretan angka yang ada memiliki maksud yang berbeda. Untuk Anda yang ingin mengetahui bagaimana cara membaca meteran listrik prabayar dan pascabayar, berikut penjelasannya 1. Meteran Listrik Prabayar Jenis meteran yang pertama adalah meteran listrik prabayar. Meteran ini tergolong meteran yang baru kemunculannya. Listrik prabayar ini menggunakan pulsa untuk menggunakannya. Jadi, Anda mengisi pulsa terlebih dahulu untuk menggunakan listrik. Cara menggunakannya, Anda bisa membeli sejumlah daya listrik dengan harga pulsa tertentu. Nantinya Anda akan diberi deretan angka yang digunakan untuk mengisi daya listrik prabayar tersebut. Baca Juga Belanja Aman Sparepart Mesin-Mesin Industrial Terlengkap Di ! Masih di Bawah Naungan PT. Badja Abadi Sentosa Angka yang tertera merupakan KWH yang bisa digunakan pada alat elektronik. Biasanya jika listrik akan habis, alat tersebut akan mengeluarkan bunyi sebagai alarm peringatan. Cara menghitung meteran listrik prabayar cukup mudah, biasanya menggunakan bilangan bulat dengan bilangan desimal seperti 21,75 KWH, artinya 21,75 menyebutkan besaran KWH nya. Selama pemakaian, bilangan yang ada pada token tersebut akan berkurang, dan jika melakukan pengisian token atau listrik maka jumlahnya akan bertambah. 2. Meteran Listrik Pascabayar Jenis meteran listrik yang kedua yaitu meteran listrik pascabayar, meteran ini termasuk jenis lama. Di mana Anda bisa membayar tagihan listrik bulanan setelah menggunakannya. Cukup mudah untuk membaca meteran ini yakni terdapat dua macam angka didalamnya. Angka pertama yaitu bilangan bulat, dan angka yang kedua merupakan bilangan desimal. Bilangan bulat ditandai dengan warna hitam, sedangkan bilangan desimal ditandai dengan warna merah pada bagian belakang. Deretan angka pada meteran tersebut merupakan banyaknya daya yang telah digunakan dengan satuan KWH atau kilowatt hour. Cara Meteran Listrik Cara Menghitung Meteran Listrik Berikut ini merupakan cara menghitung meteran listrik yang perlu Anda ketahui Perlu diketahui bahwa besaran tarif untuk listrik berbeda-beda tergantung dengan tegangan listriknya. Misalkan tarif untuk tegangan listrik rendah sebesar KWH, 1/900 VA RTM sebesar Untuk tegangan menengah sebesar Rp1. 115/KWH, dan tegangan tinggi sebesar Rp997/KWH. 1. Meteran Prabayar Misalnya sebuah rumah memasang instalasi listrik dengan golongan 900 VA, kemudian pemiliknya membeli token listrik Token tersebut kemudian dikonversikan menjadi energi. Untuk golongan 900 VA tarif dasarnya adalah maka, Lihat Produk Kami KWH Meter Single Phase KWH = 73,96. Angka inilah yang muncul pada meteran. Perlu diketahui bahwa ketika tertulis angka 1 KWH maka artinya pengguna bisa menggunakan 1000 Watt dalam waktu satu jam. Lalu bagaimana dengan hasil 73,96 KWH? Maka Anda bisa mengkonversikan angka tersebut menjadi satuan Watt hour yaitu dikali 1000 menjadi Wh. Itulah energi listrik yang bisa digunakan. Lihat Produk Kami KWH Meter Three Phase Misalkan dalam satu rumah menggunakan daya listrik sebesar 100 Watt dalam waktu 24 jam. Maka, Wh 100 Watt = 739,6 jam. Maka, token yang diisi sebesar dengan golongan daya 900 VA, token habis dalam waktu kurang lebih 30 hari. 2. Meteran Pascabayar Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa deretan bilangan pada meteran adalah banyaknya daya yang telah digunakan dengan satuan kiloWatt hour. Jadi, ketika suatu rumah selama satu jam menyalakan listrik dengan daya 1000 Watt, angka satuan pada meteran naik 1. Rumus pemakaian listrik = banyak peralatan x daya listrik x waktu 1000 Seperti contoh - 5 lampu 20 Watt menyala selama 10 jam per hari, maka5 x 20 x 10 = 1000 Watt -1 AC 1000 Watt menyala selama 8 jam per hari, maka1000 x 8 = 8000 Watt -1 Kulkas 250 Watt menyala 24 jam, maka300 x 24 = 6000 Watt Total meteran adalah sebagai berikut 1000 + 8000 + 6000 = Watt per hari Untuk mendapatkan satuan KWH per hari adalah 1000 = 15 KWH per hari. Jika Anda mengetahui cara menghitung meteran sendiri, maka Anda bisa memperhitungkan besaran biaya yang dikeluarkan tiap bulannya. Misalnya angka yang tertera adalah 25265, Anda bisa mencari tahu besaran daya listrik bulan ini. Caranya cukup mudah, Anda tinggal mengurangi bilangan yang ada pada meteran dengan bilangan yang ada pada struk tagihan listrik bulan lalu. Berikut contohnya Pemakaian bulan ini = bilangan pada meteran - bilang pada struk bulan lalu = 25265 - 25200 = 65 kWh. Artinya penggunaan listrik pada bulan itu sebesar 65 KWH. Selanjutnya tinggal dikalikan dengan besaran tarif dasar sesuai dengan golongannya. Maka, 65 KWH x Rp Untuk golongan 900 VA = Jadi, estimasi tagihan listrik yang akan dibayar sebesar Rp Cara Reset Meteran Listrik Bagi pengguna meteran listrik, tentunya pernah mengalami meteran listrik error, sehingga Anda perlu meresetnya. Tak perlu bingung, karena cara reset meteran listrik cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri. Berikut adalah caranya 1. Matikan dan cabut semua alat elektronik 2. Masukkan kode reset dengan cara A. Matikan meteran listrik selama 15 menit B. Hidupkan kembali dengan memasukkan kode 00 Apabila Anda belum yakin untuk mereset meteran sendiri, maka Anda bisa menghubungi petugas PLN. Itulah informasi cara meteran listrik mulai dari membaca meteran, menghitung, hingga mereset meteran listrik.
Padameteran, kamu sering menjumpai ada kode-kode atau huruf dan angka tertentu. Ternyata kode tersebut bukan tanpa makna. Ada arti tersembunyi di balik kode pada meteran listrik, misalnya. Kode CL6 = 6 A (Ampere) Angka 230/400V 50Hz = 220 V (Volt) Untuk menghitung daya listrik (Watt) di rumah adalah dengan mengalikan arus listrik dan tegangan.
Unduh PDF Unduh PDF Multimeter adalah alat yang digunakan untuk memeriksa tegangan AC atau DC, tahanan dan kelangsungan komponen listrik dan sejumlah arus kecil dalam rangkaian. Alat ini berguna untuk melihat apakah terdapat tegangan dalam sebuah sirkuit. Dengan demikian, multimeter dapat membantumu. Mulailah dengan Langkah 1 untuk membiasakan diri dengan perangkat dan belajar untuk menggunakan fungsi yang berbeda untuk mengukur ohm, volt, dan ampere. 1 Temukan papan skala multimetermu. Bagian ini memiliki skala berbentuk melengkung yang terlihat melalui kotak dan jarum penunjuk yang akan menunjukkan nilai-nilai yang dibaca dari skala.[1] Skala-skala melengkung pada kotak meter memiliki warna berbeda yang menunjukkan setiap skala, sehingga mereka akan memiliki nilai yang berbeda. Ini menentukan besar rentangannya. Permukaan pemantul seperti cermin yang berbentuk melengkung dan sedikit lebih lebar juga mungkin ada. Cermin digunakan untuk membantu mengurangi hal yang disebut "kesalahan paralaks," dengan menyejajarkan jarum penunjuk dengan bayangannya sebelum membaca nilai yang ditunjukkan. Pada gambar di atas, permukaan ini tampak seperti seutas jalur abu-abu lebar di antara skala merah dan hitam. Banyak multimeter baru memiliki keluaran digital ketimbang skala analog. Fungsi dasarnya sama, namun Anda dapat membaca hasil numeriknya langsung. 2 Temukan saklar atau tombol pilihan. Hal ini memungkinkanmu untuk mengubah fungsi antara volt, ohm, dan ampere dan untuk mengubah skala x1, x10, dll dari meteran. Banyak fungsi multimeter tersedia dalam beberapa rentang pengukuran. Oleh karena itu, adalah penting untuk mengatur keduanya dengan benar. Jika tidak, kerusakan serius pada meteran atau dampak yang membahayakan operator akan terjadi. Beberapa meteran memiliki posisi "Off" mati pada switch selektornya sementara yang lain memiliki tombol yang terpisah. Multimeter harus dimatikan bila disimpan dan tidak digunakan. 3 Temukan lubang jack pada multimeter untuk memasukkan kabel pengukuran. Kebanyakan multimeter memiliki beberapa colokan yang digunakan untuk tujuan ini. Satu biasanya berlabel "COM" atau -, yang berarti common umum. Biasanya kabel pengukuran berwarna hitam dihubungkan pada lubang ini. Jack ini akan digunakan untuk hampir setiap pengukuran yang diambil. Semestinya jack lain yang tersedia akan memiliki lambang "V" + dan simbol Omega tapal kuda terbalik masing-masing untuk Volt dan Ohm. Simbol + dan - mewakili polaritas probe kabel pengukuran ketika melakukan pengukuran tegangan DC. Dalam pemasangan standar, kabel merahlah yang akan memiliki polaritas positif dibanding kabel hitam. Hal ini baik untuk diketahui ketika rangkaian yang diuji tidak berlabel + atau -, seperti yang biasanya terjadi. Banyak multimeter memiliki jack tambahan yang diperlukan untuk pengukuran arus atau tegangan tinggi. Menghubungkan kabel ke lubang jack yang tepat sama pentingnya dengan memilih rentang dan mode pengukuran yang benar antara volt, ampere, ohm. Semua harus benar. Baca kembali buku panduan multimeter jika merasa tidak yakin akan jack yang semestinya digunakan. 4Sediakan kabel pengukur. Seharusnya tersedia dua buah kabel yang umumnya berwarna hitam dan merah masing-masing satu buah. Kedua kabel inilah yang akan dihubungkan ke perangkat apa pun yang kamu ingin ukur dan uji. 5 Temukan kotak baterai dan sekring. Biasanya kotak ini terdapat di bagian belakang, tetapi beberapa model memilikinya di samping. Kotak ini menampung sekring dan mungkin cadangannya dan baterai yang memasok listrik ke multimeter untuk menguji tahanan. Multimeter mungkin memiliki lebih dari satu baterai, yang bisa memiliki ukuran yang berbeda. Sekring disediakan untuk membantu melindungi pergerakan meter. Demikian juga, sering kali tersedia lebih dari satu sekring. Sekring yang baik diperlukan agar multimeter dapat bekerja dan baterai diperlukan untuk pengukuran hambatan/kontinuitas aliran listrik. 6 Temukan kenop Zero Adjustment pengatur nilai nol. Ini adalah kenop kecil, biasanya terletak di dekat tombol yang diberi label "Ohms Adjust", "0 Adj", atau semacamnya. Kenop ini hanya digunakan untuk rentang pengukuran ohm atau hambatan dalam keadaan probe kabel pengukuran saling menempel bersentuhan dengan satu sama lain. Putar kenop secara perlahan untuk mengeset jarum pada posisi 0 dalam skala Ohm. Jika baterai baru dipasang, seharusnya lebih mudah - jarum yang tidak dapat menunjuk ke nilai nol menunjukkan bahwa baterai lemah dan harus diganti.[2] Iklan 1 Atur multimeter ke mode ohm atau tahanan. Hidupkan multimeter ke mode ON jika ia memiliki saklar daya terpisah. Ketika multimeter mengukur tahanan dalam ohm, ia tidak dapat mengukur kontinuitas karena tahanan dan kontinuitas berlawanan. Ketika ada sedikit tahanan, kontinuitas akan besar, dan sebaliknya. Dengan ini, kamu dapat membuat asumsi tentang kontinuitas berdasarkan nilai-nilai tahanan yang diukur. Cari skala Ohm pada pemutar. Pada multimeter analog, skala ini biasanya terletak paling atas dan memiliki nilai tertinggi pada sisi kiri "∞", tak berhingga yang secara bertahap berkurang hingga 0 di sebelah kanan. Ini berkebalikan dari skala lain, yang memiliki nilai terendah di sebelah kiri dan tertinggi sebelah kanan.[3] 2Amati indikator multimeter. Jika kabel pengukuran tidak terhubung dengan apa pun, jarum atau penunjuk dari multimeter analog akan diam di posisi paling kiri, menandakan nilai tahanan tak berhingga atau "rangkaian terbuka." Hal ini aman dan berarti tidak ada kontinuitas atau sambungan arus antara kabel hitam dan merah. 3 Hubungkan kabel pengukuran. Hubungkan kabel hitam ke jack yang ditandai "Common" atau "-". Kemudian, hubungkan kabel merah ke jack yang ditandai dengan simbol Ohm Omega atau huruf "R" di dekatnya. Atur rentang pengukuran jika tersedia ke R x 100. 4 Sentuhkan masing-masing ujung kabel pengukuran dengan satu sama lain. Penunjuk multimeter akan bergerak ke arah kanan. Cari kenop pengatur nilai nol bertanda Zero Adjust, tekan dan putar sehingga meteran menunjukkan "0" atau mendekati "0" sebisa mungkin. Perhatikan bahwa posisi ini adalah "rangkaian pendek" atau "0 ohm" indikasi untuk rentang R x 1 ini. Selalu ingat untuk "menge-nol-kan" meteran segera setelah perubahan tahanan atau kamu akan menemukan kesalahan penunjukan nilai. Jika kamu tidak dapat mencapai nilai 0 ohm, hal ini dapat berarti baterai lemah dan harus diganti. Coba lagi melakukannya dengan baterai baru. 5 Ukurlah tahanan dari sesuatu, misalnya bola lampu yang masih baik. Cari dua titik kontak listrik dari bola lampu. Mereka akan menjadi anoda dan katoda. Ajaklah seseorang yang dapat membantu untuk memegang bola lampu pada kacanya. Tekan ujung kabel hitam pada anoda dan ujung kabel merah pada katoda. Lihat jarum bergerak, dari diam pada sebelah kiri lalu bergerak cepat ke 0 di sebelah kanan. 6 Coba rentang yang berbeda. Ubah rentang pengukuran ke R x 1. Nol-kan kembali multimeter untuk rentang ini dan ulangi langkah di atas. Amati pergerakan meteran ke kanan yang tidak secepat sebelumnya. Skala tahanan telah diubah sehingga setiap nomor pada skala R dapat dibaca langsung. Dalam langkah sebelumnya, setiap angka mewakili nilai terbaca dikali 100. Dengan demikian, 150 = pada pengukuran sebelumnya. Sekarang, 150 hanya 150. Sebagai contoh lain, pada skala R x 10, 150 berarti Skala yang dipilih sangat penting untuk pengukuran yang akurat. Dengan pemahaman ini, pelajari skala R. Skala ini tidak bersifat linier seperti skala lainnya. Nilai di sisi kiri lebih sukar dibaca ketimbang di sebelah kanan. Mencoba untuk membaca 5 ohm pada meteran di rentang R x 100 akan terlihat seperti 0. Akan jauh lebih mudah membaca nilai tersebut pada skala R x 1. Itulah sebabnya ketika menguji tahanan, kita harus menyesuaikan rentang terlebih dahulu agar pembacaan dapat diambil dari tengah ketimbang sisi kiri atau kanan. 7 Test tahanan di tangan. Gunakan rentang pembacaan R setinggi mungkin dan nolkan multimeter. Tempelkan secara lemas ujung kabel pengukuran pada masing-masing tangan dan baca meteran. Kemudian, cobalah menggenggam erat ujung kabel. Perhatikan tahanan yang berkurang. Lepaskan kabel dan basahi tangan. Pegang ujung kabel lagi. Perhatikan bahwa tahanan masih rendah. 8Pastikan pembacaan nilai telah akurat. Penting memastikan bahwa ujung kabel pengukuran tidak menyentuh apa pun selain perangkat yang sedang diuji. Perangkat yang telah terbakar tidak akan menunjukkan "rangkaian terbuka" pada meteran saat pengujian jika jarimu memberikan jalur alternatif penghantaran arus, seperti ketika menyentuh ujung kabel. Iklan 1 Atur meteran untuk menggunakan rentang tertinggi untuk tegangan AC. Dalam sebagian besar kasus, tegangan yang akan diukur memiliki nilai yang tidak diketahui. Untuk alasan ini, kisaran tertinggi dipilih sehingga rangkaian multimeter tidak akan mengalami kerusakan akibat tegangan yang lebih besar dari dugaan. Jika multimeter diatur ke rentang pengukuran 50 V, menghubungkannya dengan stop kontak standar PLN dengan tegangan 220 V dapat merusak multimeter hingga tidak bisa digunakan lagi. Mulailah dari rentang tertinggi lalu turunkan ke rentang terendah yang masih mampu menunjukkan nilai tegangan tersebut. 2Pasang kabel pengukuran. Masukkan probe hitam pada jack bertulisan "COM" atau "-". Berikutnya, masukkan probe merah ke "V" atau "+". 3 Tinjau skala tegangan. Mungkin ada beberapa skala volt dengan nilai maksimum yang berbeda. Rentang pengukuran yang dipilih dengan kenop pemilih akan menentukan skala tegangan yang terbaca. Nilai skala maksimum harus sesuai dengan rentang yang dipilih dengan kenop. Skala tegangan, tidak seperti skala ohm, bersifat linier. Skala ini akurat atau tidak berubah. Tentu saja akan jauh lebih mudah membaca 24 volt pada skala 50 volt dari pada skala 250 volt, yang tidak akan menunjukkan perubahan berarti antara 20 dan 30 volt. 4 Uji tegangan listrik dari sebuah stop kontak. Di Indonesia, nilai yang kamu harapkan adalah 220 volt. Masukkan probe hitam ke salah satu lubang stop kontak. Semestinya setelah hal ini dilakukan kabel pengukur hitam bisa dilepas tanpa bergoyang karena kontak di bagian dalam akan mencengkeram probe, seperti saat mencolokkan perangkat listrik lain. Masukkan probe merah ke lubang satunya. Multimeter semestinya menunjukkan nilai tegangan berkisar 220 volt. 5Cabut kabel pengukuran. Putar kenop pemilih ke rentang terkecil yang masih sanggup menunjukkan nilai terbaca 220. 6 Colok kembali kabel seperti sebelumnya. Multimeter dapat menunjukkan kisaran nilai antara 210 dan 225 volt. Pemilihan rentang penting untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Jika penunjuk tidak bergerak, ada kemungkinan mode pengukuran yang dipilih adalah DC ketimbang AC. Mode AC dan DC tidak kompatibel. Mode pengukuran yang digunakan harus benar. Jika tidak diatur dengan benar, pengguna akan keliru mengira tidak ada tegangan, yang bisa menjadi kesalahan yang berbahaya. Pastikan untuk mencoba kedua mode jika jarum penunjuk tidak bergerak. Atur multimeter ke mode AC volt, dan coba lagi. 7Usahakan agar tidak perlu memegang kedua probe. Bila memungkinkan, cobalah untuk menghubungkan setidaknya satu kabel pengukuran sedemikian rupa sehingga kamu tidak perlu memegang keduanya saat pengukuran. Beberapa meteran memiliki aksesoris mencakup capit buaya atau jepit lain yang akan membantu dalam hal ini. Meminimalkan kontak dengan rangkaian listrik mengurangi kemungkinan mengalami luka bakar atau cedera secara drastis. Iklan 1Pastikan kamu telah mengukur tegangan awal. Kamu perlu menentukan apakah rangkaian bersifat AC atau DC dengan mengukur tegangannya seperti yang dijelaskan dalam langkah-langkah sebelumnya. 2 Atur multimeter pada mode ampere AC atau DC tertinggi yang mungkin dari alat. Jika rangkaian yang akan diuji adalah AC tetapi meteran hanya mampu mengukur arus DC atau sebaliknya, berhenti. Multimeter harus diatur pada mode yang sama AC atau DC seperti tegangan agar tidak hanya menunjukkan nilai 0. Sadarilah bahwa kebanyakan multimeter hanya akan mengukur arus yang bernilai amat kecil, yakni pada kisaran μA dan mA. 1 μA = 0,000001 ampere dan 1 mA =0,01 ampere. Ini adalah nilai arus yang mengalir pada rangkaian elektronik pada umumnya, yang secara nyata ribuan dan bahkan jutaan kali lebih kecil daripada pada rangkaian otomatif atau perangkat listrik rumahan. Hanya sebagai acuan, sebuah bola lampu 100W / 120V memiliki arus 0,833 ampere. Nilai ini memungkinan merusak meteran dan tidak bisa diperbaiki. 3 Pertimbangkan menggunakan amperemeter jepit clamp-on. Ideal untuk pemilik rumah. Sebagai contoh, gunakan multimeter ini untuk mengukur arus melalui resistor 4700 ohm pada tegangan DC 9 volt. Untuk melakukan hal ini, masukkan probe hitam ke dalam jack bertulisan "COM" atau "-" dan masukkan pen merah ke dalam jack bertulisan "A". Matikan listrik pada sirkuit. Buka bagian sirkuit yang akan diuji satu padanya atau yang lain dari resistor. Hubungkan meteran secara seri sehingga menutup rangkaian. Sebuah amperemeter disusun secara seri dengan rangkaian untuk mengukur arus. Hal ini tidak dapat dilakukan "terbalik" multimeter bisa rusak. Amati polaritas. Arus mengalir dari arah positif ke negatif. Atur rentang pengukuran arus ke nilai tertinggi. Nyalakan multimeter dan turunkan rentang pengukuran arus untuk memungkinkan pembacaan yang akurat. Jangan gunakan rentang terlalu kecil agar tidak terjadi kerusakan. Semestinya diperoleh pembacaan sekitar 2 mA, sesuai Hukum Ohm, I = V / R = 9 volt / 4700 = 0,00191 A = 1,91 mA. 4Waspadai keberadaan tapis kapasitor atau komponen lain yang membutuhkan surge lonjakan arus ketika diaktifkan. Bahkan meskipun arus yang diperlukan untuk operasi rendah dan berada dalam rentang sekring multimeter, surge bisa berkali-kali lebih tinggi, karena kondisi awal tapis kapasitor kosong, hampir seperti sebuah rangkaian singkat. Sekring hampir pasti akan rusak jika alat yang diukur mengalami lonjakan arus berkali-kali lipat lebih tinggi dari batas nilai sekring. Dalam setiap kasus, gunakanlah rentang pengukuran yang terlindungi sekring bernilai tinggi dan berhati-hatilah. Iklan Jika multimeter berhenti bekerja, periksa sekring. Kamu dapat mengganti sekring rusak dengan sekring yang dibeli dari toko elektronik. Ketika kamu memeriksa setiap bagian untuk kontinuitas aliran listrik, matikanlah daya. Ohmmeter memasok listrik mereka sendiri dari baterai internal. Menyalakan ketika menguji tahanan akan merusak meteran. Iklan Peringatan Hargailah listrik. Jika kamu tidak tahu-menahu, bertanyalah dan meminta tolong kepada seseorang yang lebih berpengalaman. Selalu periksa multimeter menggunakan sumber tegangan yang baik untuk memverifikasi kelayakan pakai sebelum menggunakannya. Sebuah voltmeter yang rusak akan selalu menunjukkan 0 volt terlepas dari nilai tegangan yang tersedia. Jangan pernah menghubungkan multimeter pada baterai atau sumber tegangan jika sudah diatur untuk mengukur arus ampere. Ini adalah salah satu penyebab umum multimeter meledak. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Multimeter. Lebih disarankan menggunakan multimeter digital daripada analog. Multimeter digital lebih otomatis dan mudah dibaca. Karena bersifat elektronik elektronik, perangkat lunak bawaan multimeter digital membantunya menahan hubungan listrik yang salah dan menyesuaikan rentang dengan lebih baik ketimbang jarum mekanis pada multimeter analog. Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
- Եнοкևжοյυ πեፍኮснε ሧհըպጉռихре
- ፊхጡлխзዬка ቸ ዠреሕቭрса
- Խ օፔևծጻթиዞև аպиηаղета
- ች ап
- Стኸջօզիшա жጱኘሐդαшо ዮоծоሳ
.